Mengapa Mahasiswa perlu mengembangkan Kemampuan Softskill?

Menjadi seorang mahasiswa artinya bukan lagi sebagai seorang siswa tetapi sudah Maha yang artinya menjadi tingkat pendidikan paling atas dalam sistem pendidikan di Indonesia. Menjadi seorang mahasiswa artinya selangkah lagi akan memasuki dunia industri. Untuk itu persiapan seorang mahasiswa dalam bersaing di dunia kerja tidak hanya di fokuskan di bidang akademis tetapi juga perlu mengembangkan softskanyak sarjanaillnya. Perlu dipahami bahwa persaingan untuk di dunia industri sangatlah ketat. Hal ini dapat dikarenakan makin sedikitnya lapangan pekerjaan, di sisi lain banyak sarjana yang kurang memiliki kemampuan dan ketrampilan yang menunjang dirinya untuk dapat bersaing di dunia kerja. Hal ini perlu dipahami oleh para mahasiswa, karena menjadi seorang mahasiswa terkesan lebih bebas karena sistem perkuliahannya yang tidak mengikat waktu dibanding semasa sekolah. Namun justru inilah yang menjadi tantangan seorang mahasiswa. Mahasiswa harus berpacu dengan waktu agar tidak mengalami ketertinggalan dengan mahasiswa-mahasiswa lainnya terkait ilmu pengetahuan dan wawasannya. Semakin cepat seorang mahasiswa lulus tentu peluang untuk mendapatkan pekerjaan juga semakin terbuka.

Apa itu Hardskill dan Softskill?

Dalam menghadapi persaingan dunia kerja dibutuhkan kemampuan hardskill dan softskill . Apa itu hardskill? Apa itu softskill? Hardskill adalah dapat dikatakan kemampuan akademis yang dimiliki oleh mahasiswa. Kemampuan ini ditandai dengan nilai Indeks Prestasi Kumulatif atau IPK. Semakin tinggi IPK tentu mahasiswa tersebut memiliki kemampuan hardskill yang tergolong baik.  Menurut Bahrumsyah (2010) hard skill merupakan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi dan keterampilan teknis yang berhubungan dengan bidang ilmunya. Menurut Syawal (2010) hard skill yaitu  lebih beriorentasi mengembangkan intelligence quotient (IQ). Dari kedua pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa hard skill merupakan kemampuan untuk menguasai ilmu pengatahuan teknologi dan keterampilan teknis dalam mengembangkan intelligence quotient yang berhubungan dengan bidangnya. Kemampuan hardskill yang dimiliki antar mahassiwa satu dengan yang lainnya tentu berbeda menyesuaikan asal jurusan masing-masing mahasiswa. Kemampuan hardskill mahasiswa jurusan arsitektur tentu berbeda dengan mahasiswa jurusan psikologi. Masing-masing sudah memiliki ranah kemampuannya masing-masing. Untuk itulah perlu dicermati juga, seorang mahasiswa sebelum memilih jurusan kuliah perlu mengetahui minat dan bakat dari dirinya masing-masing agar harapannya dapat menyelesaikan perkuliahannya dengan lancar.

Di samping hardskill yang perlu dikembangkan bagi mahasiswa adalah softskill. Perlu dipahami bahwa untuk dapat bersaing mencari pekerjaan tidak hanya dibutuhkan kemampuan akademis. IPK yang tinggi dari sarjana tidak serta merta memudahkan sarjana untuk mendapatkan pekerjaan. Hal ini perlu ditunjang dengan kemampuan softksill. Menurut Bahrumsyah soft skill merupakan keterampilan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain (interpersonal skills) dan keterampilan mengatur dirinya sendiri (intrapersonal skills) yang mempu mengembangkan untuk kerja secara maksimal. Hal-hal apa sajakah yang tergolong kemampuan softskill? Kemampuan softskill mencakup banyak hal seperti kemampuan komunikasi, kemampuan mengatasi masalah, kepemimpinan, kemampuan bekerjasama, kedisiplinan, dsb. Hal-hal seperti inilah juga penting dikembangkan bagi seorang mahasiswa agar dapat bersaing dengan dunia kerja. Untuk itulah di samping mengejar IPK yang tinggi, mahasiswa juga perlu mengembangkan diri di bidang softskill. Kemampuan akademis yang dimiliki mahasiswa tidak akan cukup apabila tidak diimbangi dengan kemampuan softskillnya.

Salah satu bentuk Pengembangan Softskill dengan mengikuti Pelatihan Kepemimpinan

Terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan mahasiswa untuk mengembangkan softskillnya. Hal ini tentu diimbangi dengan pengembangan di kemampuan akademis. Mahasiswa memang harus berbagi waktu antara pengembangan akademisnya dengan pengembangan softskill nya. Kemampuan akademis tidak akan cukup tanpa diimbangi kemampuan softkill begitu pula kemampuan softskill tidak akan cukup tanpa diimbangi kemampuan akademis. Terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan diantaranya:

1. Bergabung dalam Organisasi

Hal pertama yang dapat dilakukan adalah bergabung dengan organisasi yang diakui secara resmi di kampus. Mahasiswa dapat memilih untuk masuk di organisasi mana sesuai dengan minat dan bakat yang kamu miliki misalnya organisasi BEM, UKM paduan suara, Mahapala, UKM Pencak silat, UKM Basket, dsb. Dengan bergabung dalam organisasi, mahasiswa akan belajar bagaimana bekerja dalam sebuah tim, dimana sebuah tim tentu memiliki latar belakang anggota organisasi yang bermacam-macam. Mahasiswa juga akan belajar untuk mengembangkan ide-ide yang dimiliki. Hal-hal tersebut tentu tidak dapat ditemukan kalau hanya mengikuti perkuliahan secara formil.

2. Mengikuti Workshop

Kemampuan softskill dapat dikembangkan dengan mengikuti workshop atau pelatihan yang diadakan oleh Kampus. Pelatihan atau workshop disini berupa pelatihan untuk mengembangkan kemampuan atau ketrampilan yang mendukung di dunia kerja nanti. Tentu hal ini tidak dapat dijumpai di kurikulum perkuliahan. Misalnya saja mengikuti workshop public speaking atau pelatihan kepemimpinan.

3. Magang / Kerja Part time

Magang dapat menjadi salah satu solusi untuk melatih diri mahasiswa menghadapi dunia kerja. Magang disini diartikan bahwa mahasiswa bekerja paruh waktu di sebuah perusahaan dengan tujuan untuk menambah pengalaman atau mengembangkan kemampuan yang dimiliki. Magang biasanya dilakukan oleh mahasiswa tingkat akhir dimana mahasiswa tersebut hanya tinggal mengambil skripsi sehingga waktunya lebih mudah diatur. Cukup banyak perusahaan yang menyediakan program magang bulanan. Ketika mahasiswa telah selesai magang bukan tidak mungkin apabila dia memiliki performa yang cukup baik akan langsung direkrut menjadi karyawan.

4. Mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM)

PKM merupakan program resmi dari pemerintah dalam hal ini Dikti, diadakan untuk mengembangkan kemampuan mandiri dan kreativitas mahasiswa. PKM ini diwajibkan di Universitas karena sebagai syarat untuk pemeringkatan akreditasi Universitas. Saat mengikuti PKM, mahasiwa akan dilatih untuk menulis karya tulis yang baik dan benar. Hal ini juga yang menunjang mahasiswa membuat tugas kuliah seperti paper, makalah, bahkan skripsi menjadi hal yang mudah karena sudah terbiasa membuat karya tulis yang ilmiah. Dari PKM ini pula mahasiswa berkesempatan mengikuti kompetisi PIMNAS atau Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional.

Lowongan Kerja PT. Yogya Presisi Teknitama Indonesia

PT. Yogya Presisi Teknikatama Industri perusahaan yang bergerak di bidang Molding, Spare Part, Plastic Injection, dan Checking Fixture membuka kesempatan berkarir untuk posisi :
HUMAN RESOURCE DEVELOPMENT (HRD) 
Kualifikasi :
  • Pria / Wanita
  • Pendidikan S1 Psikologi
  • Diutamakan pengalaman min. 1 tahun di bidang yang sama 
  • Paham UU Ketenagakerjaan
  • Berjiwa Kepemimpinan
  • Mampu berkomunikasi dengan baik
  • Menguasai Ms Office (OS Linux)
  • Mampu bekerja di bawah tekanan
Silakan kirim lamaran anda melalui email :
 dapat dikirim langsung ke :
 
PT. YPTI (Up : Sitta) 
Jln. Dhuri Tirtomartani PO BOX 7 Kalasan, Sleman 55571
Paling lambat 13 Juli 2018
No. telp 0274-498282